Menerabas ilalang dan dinginnya kaki Gunung Merapi di Klangon, Yogyakarta

image

Kita dapat menikmati Merapi secara lebih dekat melalui tempat ini, hembusan angin yang sepoi-sepoi dan ilalang yang menjulang tinggi menghiasi jalur yang juga kerap dijadikan sebagai lokasi camping. Cukup membutuhkan waktu sekitar 45 menit dari pusat kota Jogja untuk menuju ke Klangon.

Jalur sepedanya didominasi dengan track all-mountain dengan turunan yang masih bisa dilewati oleh kelas para penghobi dengan teknik pada level pemula. Sebelum menikmati turunan, kita akan melakukan sedikit hiking selama 15 menit untuk menuju ke titik start. Jangan khawatir dengan kalian yang malas membawa sepeda ke atas, karena ada porter yang bisa disewa untuk membawakaan sepeda kesayangan ke atas, selagi kalian sibuk menghabiskan teh panas kalian di warung dekat parkiran kawasan wisata tersebut.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

5 tips mendahulukan shalat daripada pekerjaan

Sahabat.  Ayo siapa yang merasa pekerjaan lebih penting dari shalat tepat waktu? Secara tak sadar kita lebih mengutamakan pekerjaan daripada ibadah kita sendiri. Bukankah pekerjaan untuk kelangsungan hidup? Bahkan kadang kita sengaja memepetkan batas waktu akhir shalat kita demi pekerjaan yang kita geluti.

Salahkah? Atau bagaimana jika kita mengatakan bahwa pekerjaan yang lebih utama dari ibadah  kita sebut berhala? Kita sering memuja pekerjaan kita sehingga kehilangan waktu luang dengan sibuk berkutat dengan pekerjaan yang kadang justru sangat menyita waktu. Dan pasti kita akan marah jika mengatakan kerjaanku adalah berhala.

Bukankah sesuatu yang kita puja dan taat menjalankannya serta lebih mendahulukannya adalah menuhankannya?

Yuk kita jalani tips ini agar tidak menjadikan pekerjaan seperti berhala:

1.Tentukan prioritas kita

Karena pekerjaan selalu menyita waktu kita, harus ada prioritas. Tempatkan ibadah adalah keutamaan. Sehingga takkan tertukar rezeki yang sudah Allah tentukan.

2.Memilih pekerjaan yang memberi ruang ibadah

Jika belum berkecimpung di dalam suatu pekerjaan yang menetapkan komitmen kerja yang tertulis dalam perjanjian, sebaiknya tanyakan dahulu apakah di izinkan menjalankan ibadah pada tepat waktu. Jika tidak, Insya Allah akan ada pekerjaan yang lebih baik yang Allah sediakan.

3.Konsisten dengan waktu

Waktu ibadah umat Islam sudah ditentukan melalui kumandang adzan. Maka jangan kompromi “tunggulah sedikit waktu, saya belum selesai.” Kompromi seperti inilah yang akhirnya membuat kita terus mengulur waktu.

4.Selalu mengingat kampung akhirat

Dunia hanya tempat kita singgah, seperti minum di waktu senja.Begitu cepatnya guliran waktu yang terlewati. Sehingga seolah-olah kita akan mati beberapa saat lagi. Itu memacu kita untuk tidak menjadikan pekerjaan seperti berhala.

5.Hati tertambat hanya pada Allah

Semua yang kita miliki adalah titipan Ilahi. Semua yang kita jalani adalah karena mencari  ridho Alloh. Maka tak ada yang mengalahkan dari perintahNya.Walaupun kadang kita memiliki hambatan yang sulit terelakkan. Misalnya ketika bepergian dengan angkutan umum yang kita tak tahu kapan masuk waktu shalat. Atau di waktu bersamaan harus menyambut tamu yang akan datang.Tapi bukan berarti kejadian yang kadang tak bisa kita kendalikan itu, bisa selamanya menguasai hidup kita.

Semoga bermanfaat dan juga terus dapat diamalkan oleh kita untuk mampu menjalankan shalat tepat waktu.

Referensi: dari berbagai sumber

HIDUP INI SEDERHANA

image

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di
lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-
interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah,
cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang murid bekerja di toko sepeda. Suatu saat ada
seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di
toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini
juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid –
murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah
sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil
ditarik/diambil kerja di tempatnya.
*Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah,
cukup punya inisiatif sedikit saja.
Seorang anak berkata kepada ibunya : “Ibu hari ini sangat
cantik.” Ibu menjawab : “Mengapa?” Anak menjawab :
“Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah – marah.”
*Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya
perlu tidak marah – marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di
sawah. Temannya berkata : “Tidak perlu menyuruh anakmu
bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.”
Petani menjawab : “Aku bukan sedang memupuk tanamanku,
tapi aku sedang membina anakku.”
*Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup
membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya : “Jika sebuah
bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?”
Ada yang menjawab : “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada
pula yang menjawab : “Cari di rerumputan yang cekung ke
dalam.” Dan ada yang menjawab : “Cari di rumput yang
paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat :
“Setapak demi setapak cari dari ujung rumput yang sebelah
sini hingga ke rumput sebelah sana.”
*Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup
melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara
berurutan, jangan meloncat – loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang
tinggal di pinggir jalan : “Tempatmu terlalu berbahaya,
tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab : “Aku
sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian
katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan
menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang
lewat.
*Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri,
cukup hindari kemalasan saja.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua
berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang
yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya : “Mengapa
engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa :
“Karena barang bawaan saya sedikit.”
*Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan,
cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

Apakah aku seorang munafik?

image

image

Dengarkanlah, aku sedang bertanya, dengan sangat jujur,
kepada hatiku, apakah aku seorang munafik?
Aku mengakui Allah sebagai tuhanku, tapi entah sudah
berapa banyak hal dan makhluk yang aku tempatkan
sejajar denganNya bahkan lebih, dihatiku.
Aku mengaku muslim, namun lihatlah perhitungan rinci
yang pasti aku kemukakan di depan, ketika telah sampai
waktunya aku harus mengerjakan kewajibanku sebagai
muslim. Bahkan sebenarnya aku adalah sudah lebih dari
tahu dan sadar bahwa aturan Allah telah jelas tentang
segala sesuatu dalam hidup. Namun, entah kenapa aku
tetap dengan berat hati menanggalkan semua. Apalagi
lah, jika bukan karena aku tak mau rugi dalam urusan
dunia. Ketakutan dan kemalasan seketika menyelubungi
kepala dan menjalar ke hatiku yang akhirnya akupun
menghentikan arus kebaikan itu untuk menemani hari-
hari itu.
Aku mengaku muslim, namun laku, tindakan, dan tutur
kataku tak lebih dari menghujat, memecah belah dan
merusak citra islam dan harga diriku dan saudaraku
sendiri. Dan … ajaibnya, aku tetap menganggap hal itu
sebagai sebuah kebanggaan dan atau prestasi dari diriku
yang akan mungkin membuahkan pahala dimata Allah.
Ya robb, sudah tidak waraskah aku?
Aku mengaku muslim, namun aku tak pernah berbangga
dengan identitasku ini, dan malah menghujat sesamaku
yang telah mendapat rahmat Allah untuk dapat
menerapkan aturan islam lebih baik dan lebih nyata dari
pada aku. Entah pikiran setan apa yang menggelayuti
hatiku, dan lihatlah malah kesombongan dan caci maki
atas mereka yang selalu aku berikan tanpa henti.
Aku mengajarkan kebaikan namun saking sibuknya diriku
dengan sebuah pengajaran, aku lupa mengajari diriku
untuk mempraktekkan kebaikan itu dalam kehidupanku
sendiri. Tidak ada yang tahu memang, ataupun tidak ada
yang repot dengan mencampuri urusan hidupku, namun
ternyata hatiku sendiri yang berprotes kepadaku dan
betapapun aku mencoba lari darinya, aku tetap tidak
bisa.
Aku mengakui sebuah kebaikan dan manfaat dari
kejujuran. Namun diam- diam aku mengkhianati hati
nuraniku dengan berbuat curang pada Allah, diriku
sendiri, kepada sesamaku. Aku menyangka Allah pun
hanya diam dan tanpa akan menyeruakkan aibku ini,
karena ini adalah rahasiaku dengan Nya. Selanjutnya
dengan bangga dan penuh kamuflase atas sebuah
julukan orang alim dan jujur, aku berjalan di muka bumi,
dengan tetap tenang.
Manusia lain menggelariku orang yang amanah dalam
menjaga dan memenuhi titipan mereka kepadaku. Namun
dibelakang mereka, amanah itu aku selewengkan dengan
alasan kebutuhan dan selera duniaku. Dan jika akhirnya
mereka mengetahui hal itu, maka dengarlah untaian kata-
kata indah yang dengan keahlian dan kepandaianku aku
rangkai dengan berbagai cara. Apalagi lah tujuannya
selain agar mereka tetap mengenaliku sebagai yang
terbaik.
Lihatlah betapa mulutku memang benar- benar
mengekspresikan isi hatiku. Isi hati yang aku tuntun
untuk menjadi munafik, namun ternyata aku tidak sekuat
itu untuk memaksanya. Suara bisikan kebaikan dari Allah
lewat hati nuraniku, tetap begitu kuatnya sehingga
membentuk sebuah pertentangan batin yang tidak
sanggup aku kuasai permainannya.
Apakah aku seorang munafik?
MasyaAllah, ternyata aku seorang munafik. Betapa
banyak manusia yang menilaiku baik, namun itu sama
sekali tidak mengurangi teriakan batinku yang memaki
diriku karena aku sebenarnya adalah seorang munafik.
Hatiku protes karena aku telah mencurangi Allah
walaupun hanya dia sendiri yang mengetahuinya. Aku
ternyata tidak bisa lari sama sekali dari umpatan hati
nuraniku yang pasti akan jujur tentang adanya aku.
Ya robb, ampunilah hambamu yang sombong ini, yang
telah berbangga hati dengan dinilai baik dan berusaha
agar dinilai baik dihadapan manusia, namun sebenarnya
rendah di hadapanMu. Sanggupkah hamba ketika “video”
keburukanku itu nanti akhirnya akan diputar kembali dan
di pergelarkan pada semua makhlukmu diakherat nanti?
Sanggupkah hamba saat nanti tiada lagi ampunan darimu
dan rahmat untuk hamba, untuk tertutupnya dengan rapi
semua aib dan kekurangan hamba?
Ya Allah, semakin manusia menilai baik terhadap hamba,
sebenarnya semakin dalam sakit yang hamba rasakan.
Sakit lantaran semakin keras pula teriakan hati nurani
hamba yang mengatakan bahwa hamba adalah seorang
MUNAFIK, yang hanya pandai memoles jati diri dengan
sejuta kebohongan, kecurangan dan dan topeng demi
terlihat sempurna dihadapan manusia.
Ya Allah, ampunilah hamba… Ampunilah hambamu yang
hina ini…

Tanya jawab

image

image

Ya ALLAH ambillah kesombonganku dariku.
ALLAH berkata, “Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi
kau yang harus menyerahkannya”
Ya ALLAH sempurnakanlah kekurangan anakku yang
cacat.
ALLAH berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna,
tubuhnya hanyalah sementara”
Ya ALLAH beri aku kesabaran.
ALLAH berkata, “Tidak. Kesabaran didapat dari
ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan,
kau harus meraihnya sendiri”
Ya ALLAH beri aku kebahagiaan.
ALLAH berkata, “Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan
tergantung kepadamu sendiri”
Ya ALLAH jauhkan aku dari kesusahan.
ALLAH berkata, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari
jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku”
Ya ALLAH beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini
nikmat.
ALLAH berkata, “Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya
kau menikmati segala hal”
Sungguh dekat Engkau dengan diriku. CahayaMu
menyatu dengan diriku. Tetapi debu nafsuku telah
menghalangiku menerima cahayaMu.
Semoga Sumber Kedamaian merubahkan rasa dalam
hatiku, agar bisa ikhlas menerima segala yang baik dan
buruk, dengan penuh cinta dan syukur. aamiin

Hukum Membaca Al-Qur’an Tanpa Tahu Artinya

image

image

Assalamu alaikum waro hmatulloh wa barokatuh
Begini pak ustad, saya ingin tahu apa hukumnya
membaca alqur’an tapi yang membacanya tidak tahu
artinya?
Atas jawaban pak ustad saya ucapkan banyak terima
kasih.
Wassalamu’alaikum war ohmatulloh wabarokatuh
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Al-Quran sesungguhnya merupakan kitab yang berisi
petunjuk dasar untuk hidup di alam dunia. Dengan
menggunakan petunjuk itulah, kita diminta oleh Allah
SWT untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah dalam arti
luas, bukan terbatas pada ruang lingkup ritual dan
sakral, tetapi seluruh aplikasi kehidupan manusia
sesungguhnya bagian dari ibadah. Tanpa menggunakan
petunjuk itu, maka apapun yang kita niatkan sebagai
ibadah akan sia-sia.
Maka selayaknya sebagai muslim, kita bukan sekedar
hanya membaca Al-Quran sebagai ritus ibadah, tetapi
lebih dari itu, seharusnya kita mempelajari maknanya,
mendalami esensi isinya, serta pengimplementasikan
perintah-perintah yang ada di dalamnya menjadi suatu
tindakan yang nyata.
Al-Quran sendiri telah mengumpamakan orang yang
membaca kitab namun tidak mengerjakan isinya seperti
layaknya keledai yang memanggul kitab.
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya
Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti
keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah
buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-
ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada
kaum yang zalim. (QS. Al-Jumu’ah: 5)
Maka menjadi kewajiban kita untuk mempelajari isi
kitabullah, sebagaimana ciri orang yang bersifat
rabbani.
Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena
kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu
tetap mempelajarinya . (QS. Ali Imran: 79)
Perintah untuk melakukan tadabbur Al-Quran juga kita
dapati sebagai sebuah keharusan sebagai seorang
muslim.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quraan
ataukah hati mereka terkunci? (QS. Muhammad: 24)
Sekedar Membaca pun Ibadah
Namun tidak dapat kita pungkiri bahwa Al-Quran itu
memang lain dari wahyu yang lain. Salah satu
kelebihannya adalah bila dibaca, meski tidak dipahami
maknanya, Al-Quran tetap mendatangkan pahala.
Walaupun manfaatnya menjadi sangat sedikit
dibandingkan bila kita paham maknanya.
Namun perintah membaca tetap ada, sehingga meski
kita belum menguasai bahasa arab, tetap saja
membaca Al-Quran merupakan perintah dari Allah
SWT. Perintah untuk membaca Al-Quran kita temukan
bertebaran di dalam Al-Quran sendiri, di antaranya ayat
berikut ini:
Bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an .(QS. Al-
Muzzammil: 20)
Selain ayat Quran juga banyak hadits nabawi yang
menganjukan kita untuk membaca Al-Quran, tanpa
menekankan pentingnya kita mengerti maknanya.
1. Orang yang Baca Al-Quran dengan Yang Tidak Baca
Berbeda
Salah satu nash hadits secara tegas membandingkan
orang yang membaca Al-Quran dengan yang tidak
membaca Al-Quran.
Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda,
“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur`an
bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat.
Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca
Al-Qur`an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak
berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca
Al-Qur`an bagaikan buah raihanah yang baunya harum
dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang
tidak membaca Al-Qur`an bagaikan buah hanzholah tidak
berbau dan rasanya pahit.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari hadits ini jelas sekali bahwa sekedar membaca Al-
Quran atau tidak membacasudah membedakan
kedudukan seseorang. Berarti ada nilai tersendiri untuk
sekedar membaca Al-Quran.
2. Bersama Malaikat
Hadits ini juga sangat eksplisit menyebutkan tentang
orang yang membaca Al-Quran, yaitu dijanjikan Allah
akan di tempat bersama dengan para malaikat.
Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah
bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur`an dan ia mahir
dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama
para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang
yang membaca Al-Qur`an dan ia masih terbata-bata dan
merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia
akan mendapat dua ganjaran.” (HR Bukhari Muslim)
Semakin tegas lagi ketika lafadz hadits ini
menyebutkan kasus orang yang membaca Al-Quran
dengan terbata-bata yang tetap saja akan diberikan
pahala. Jelas menunjukkan tentang pentingnya
membaca Al-Quran.
3. Bacaan Quran adalah Syafaat
Selain itu juga kita temukan adanya dalil yang
menyebutkan tentang salah satu fungsi bacaan Quran
sebagai syafaat yang akan menolong kita di hari akhir
nanti.
Dari Abu Umamah Al-Bahili t berkata, saya telah
mendengar Rasulullah bersabda, “Bacalah Al-Qur`an!,
maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat
sebagai syafaat bagi ahlinya (HR Muslim)
4. Diberi Pahala per Huruf
Dan semakin tegas lagi pentingnya membaca Al-Quran
ketika Rasulullah SAW bersabda:
Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata bahwaRasulullahSAW,
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah
(Al-Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu
kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali
lipat. Saya tidak mengatakan “Alif lam mim” itu satu
huruf, tetapi “Alif” itu satu huruf, “Lam” itu satu huruf dan
“Mim” itu satu huruf.” (HR At Tirmidzi dan berkata,
“Hadits hasan shahih).
Betul-betul disebutkan bahwa membaca Al-Quran itu
berpahala dan pahalanya dihitung perhuruf, di mana
setiap huruf akan dikalikan sepuluh kebajikan.
Semua dalil ini menunjukkan bahwa sekedar membaca
Al-Quran tanpa memaham arti, juga sudah
mendatangkan pahala. Namun kalau kita bandingkan
dengan dalil-dalil yang lain, tentu pahalanya akan
menjadi lebih berkah, lebih banyak dan lebih besar,
manakala kita pun juga mengerti dan paham makna
bacaan yang kita baca.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum
warahmatullahi wabarakatuh,

Kaum hawa wajib baca,kaum adam boleh ngintip,,ini buat perempuan yg suka gonta ganti pakaian

image

… JANGAN MARAH BILA KU GODA! …
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … “Mbak nggak
kedinginan?” Jaka mencoba menggoda perempuan di
sebelahnya.
Beberapa detik, Jaka masih saja menunggu jawaban.
Jaka terus men-scan perempuan di sebelahnya:
sandal jepit; kaki yang jenjang dengan rok beberapa
senti di atas lutut; satu inci bagian perut terbuka;
tshirt ekstra ketat; kulit putih; paras yang menarik;
blackberry gemini yang digenggam erat, entah yang
apa di otaknya mendapati pemandangan “indah” itu.
Dara, si perempuan, sontak berdiri, merasa terganggu
dengan pandangan itu beralih ke sisi lain tembok
teras sempit apotek itu. Tangannya lantas sibuk
menurunkan bagian bawah t-shirt ketatnya hingga
menutupi sela-sela perutnya yang sedikit terlihat.Tiba-
tiba hilang rasa pedenya, rasa bangga atas status
‘gaul’ yang ia coba bangun dengan pakaiannya yang
serba mini itu.
Perasaan gondok mulai menguasainya, risih dan sebal
kepada pemuda iseng yang sama sekali tak pernah
didapatinya sebelum ia mengantri di apotek itu.
“Mbak, bajunya seksi banget loh, nggak takut
digodain?” Jaka mengumpankan sebuah pertanyaan
lagi.
Sewot dan marah Dara menjawab, “Biarin, badan-
badan gue, terserah gue pake baju kek gimana! Toh
apntes-pantes aja gue pake baju kayak gini!! Mata lo
tuh gak bisa dijaga, jelalatan banget sih!!”
“Lah, terserah mata saya mbak, wong saya yang
punya mata kok mbak sewot? Bukannya mbak pake
pakean gitu biar menarik, nih saya tertarik, harusnya
mbak bersyukur dong?” Jaka menjawab dengan nada
yang santai.
“Dasar pikiran mesum!!”Singkat, padat, Dara melabeli
pemuda asing dihadapannya.
“Weh, ini kan terserah otak saya, orang otak ini otak
saya sendiri, pikiran-pikiran saya sendiri, kok mbak
yang sewot sih!!
Dan darapun bergegas pergi dari pelataran apotek itu,
tak dipedulikan resep obat yang belum selesai diracik
oleh sang apoteker…
***
Kenapa sewot? Kenapa marah? bukankah membuka
aurat adalah pilihanmu? Mengapa kalau ada yang
menggoda auratmu kamu harus marah?
Atau kamu bukannya marah tapi merasa harus “jual
mahal”? Aurat yang sudah buka-bukaan bukankah
sudah menjadi milik bersama? bukankah itu
keinginanmu?
Saudariku, apalagi yang menjadi kehormatanmu bila
kamu sendiri yang sudah memilih untuk menngumbar
kehormatanmu. Tak ada lagi yang bisa kamu anggap
sebuah kehormatan kalau dirimu sendiri enggan untuk
menjaganya.
Kamu justru merasa orang lain yang menggodamu
sedang melecehkanmu, tapi kamu lupa bahwa kamu
sedang melecehkan dirimu sendiri. Kamu tidak sadar
bahwa kamu sedang merusak harga dirimu sendiri
dengan membiarkan auratmu dipandang siapapun.
Saudariku, sungguh aku tak sanggup bila melihatmu,
aku tak sanggup menatapmu, ada rasa ingin menangis
dipelukmu, namun itu adalah pilihanmu, keinginanmu.
Karena kamu merasa bahwa membuka aurat adalah
bagian dari rasa percaya dirimu, padahal tahukah
kamu kalau rasa percaya dirimu hanyalah mengikuti
keindahan dunia yang bernama Trend Pergaulan.
Saudariku, mengertilah bahwa aku sangat
menyayangimu. Tak sanggup aku bila melihat
saudariku menghancurkan dirinya sendiri demi
kenikmatan dunia sesaat.
Karena Hijab adalah Imanmu …
Karena Hijab adalah Pelindungmu ..
Karena Hijab adalah Kemuliaanmu …
Karena Hijab adalah Kesuciaanmu …
Karena Hijab adalah Taqwamu …
Karena Hijab adalah Rasa Malumu …
Wallahu a’lam bish shawwab ….
Semoga bermanfaat bagi yang membacanya …..
…. Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya
sempurnalah semua kebaikan ….
Barakallahufikum ….
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat …
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita
yang telah lama terkunci …

Jalani hidup yang kamu impikan. Mimpi tidak cuma untuk diimpikan melainkan juga diwujudkan. MIMPILAH BESAR, DAPATKAN HIDUP BESAR!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.