Sablon satuan dan Lusinan

Di era serba digital seperti sekarang ini hampir semua bidang usaha mulai menggunakan alat dan cara yang lebih modern dan praktis. Tak terkecuali di dalam bisnis usaha sablon terutama dengan media kain atau sablon garmen. Ketatnya persaingan dan tuntutan untuk bisa menghemat waktu dalam proses pengerjaan membuat para pengusaha beralih ke cara yang lebih mudah. Salah satu contohnya sablon manual yang masih menggunakan cat cair atau rubber yang mulai banyak ditinggalkan.
Memang tidak semua pengusaha sablon meninggalkan cara sablon secara manual namun beberapa dari mereka mulai beralih ke cara yang lebih modern seperti sablon DTG (Direct To Garmen) serta sablon polyflex. Pada kesempatan kali ini kami tidak akan membandingkan jenis sablon tersebut tetapi kami akan mengulas secara khusus tentang sablon polyflex. Yakni tentang kelebihan dan kekurangan sablon menggunakan bahan polyflex. Silahkan dibaca di bawah ini siapa tau berguna dan menambah wawasan anda.
 

Kelebihan Dan Kekurangan Sablon Menggunakan Bahan Polyflex
 
Sablon Polyflex atau yang sering juga orang menyebut sablon untuk jersey bola memang beberapa tahun belakangan sedang booming. Kini sablon Polyflex tidak hanya digunakan pada media jersey saja tetapi juga digunakan pada kaos, jaket, tas, topi dan media lain yang berbahan kain. Membuat sablon polyflex tidaklah serumit sablon manual dan bahkan dibilang sangat mudah. Kita hanya memerlukan komputer untuk membuat desain lalu mesin cutting untuk mencetak desain serta mesin heat press untuk menempelkannya.

Kelebihan Sablon Polyflex
 
    Proses cepat dan mudah

    Biaya lebih murah

    Bisa sablon desain berbeda secara satuan

    Hasil lebih presisi dan rapi

    Tidak banyak sisa bahan terbuang

    Lebih awet dan tahan lama ( banyak yang bilang sablon polyflex cepat rusak, benar jika bahan yang digunakan jelek, untuk itu gunakanlah bahan Polyflex Korea dengan kualitas terbaik.

    Warna tidak akan pudar walau dicuci berkali-kali
 

Kekurangan Sablon Polyflex
 
    Pilihan warna tidak banyak ( namun bisa diakali dengan proses printing )

    Mesin yang digunakan memiliki harga lumayan mahal

    Belum begitu familiar di daerah tertentu
 
Demikianlah beberapa kelebihan dan kekurangan sablon menggunakan bahan polyflex. 

Iklan

Sablon Satuan,Desain Terserah Anda

Bahan Kaos GILDAN

– 100% Ring Spun Cotton

– Lemes dan lembut

– Tanpa jahitan samping / Build-up T-Shirt

– Nyaman dipakai saat santai

-Bahan lebih ringan dan lebih awet daripada bahan katun biasa
UKURAN    PANJANG    LEBAR

       XS              65cm           44cm

        S                68cm           47cm

        M               71cm           50cm

        L                73cm           53cm

       XL               76cm          56cm

     XXL              78cm          59cm
-Jenis Sablon: Cutting Polyflex
***Harap konfirmasi terlebih dahulu Untuk Stok Warna dan ukurannya

-Terimah Kasih-

Tlp 085242660001

Wa 085242660001


Menerabas ilalang dan dinginnya kaki Gunung Merapi di Klangon, Yogyakarta

image

Kita dapat menikmati Merapi secara lebih dekat melalui tempat ini, hembusan angin yang sepoi-sepoi dan ilalang yang menjulang tinggi menghiasi jalur yang juga kerap dijadikan sebagai lokasi camping. Cukup membutuhkan waktu sekitar 45 menit dari pusat kota Jogja untuk menuju ke Klangon.

Jalur sepedanya didominasi dengan track all-mountain dengan turunan yang masih bisa dilewati oleh kelas para penghobi dengan teknik pada level pemula. Sebelum menikmati turunan, kita akan melakukan sedikit hiking selama 15 menit untuk menuju ke titik start. Jangan khawatir dengan kalian yang malas membawa sepeda ke atas, karena ada porter yang bisa disewa untuk membawakaan sepeda kesayangan ke atas, selagi kalian sibuk menghabiskan teh panas kalian di warung dekat parkiran kawasan wisata tersebut.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

5 tips mendahulukan shalat daripada pekerjaan

Sahabat.  Ayo siapa yang merasa pekerjaan lebih penting dari shalat tepat waktu? Secara tak sadar kita lebih mengutamakan pekerjaan daripada ibadah kita sendiri. Bukankah pekerjaan untuk kelangsungan hidup? Bahkan kadang kita sengaja memepetkan batas waktu akhir shalat kita demi pekerjaan yang kita geluti.

Salahkah? Atau bagaimana jika kita mengatakan bahwa pekerjaan yang lebih utama dari ibadah  kita sebut berhala? Kita sering memuja pekerjaan kita sehingga kehilangan waktu luang dengan sibuk berkutat dengan pekerjaan yang kadang justru sangat menyita waktu. Dan pasti kita akan marah jika mengatakan kerjaanku adalah berhala.

Bukankah sesuatu yang kita puja dan taat menjalankannya serta lebih mendahulukannya adalah menuhankannya?

Yuk kita jalani tips ini agar tidak menjadikan pekerjaan seperti berhala:

1.Tentukan prioritas kita

Karena pekerjaan selalu menyita waktu kita, harus ada prioritas. Tempatkan ibadah adalah keutamaan. Sehingga takkan tertukar rezeki yang sudah Allah tentukan.

2.Memilih pekerjaan yang memberi ruang ibadah

Jika belum berkecimpung di dalam suatu pekerjaan yang menetapkan komitmen kerja yang tertulis dalam perjanjian, sebaiknya tanyakan dahulu apakah di izinkan menjalankan ibadah pada tepat waktu. Jika tidak, Insya Allah akan ada pekerjaan yang lebih baik yang Allah sediakan.

3.Konsisten dengan waktu

Waktu ibadah umat Islam sudah ditentukan melalui kumandang adzan. Maka jangan kompromi “tunggulah sedikit waktu, saya belum selesai.” Kompromi seperti inilah yang akhirnya membuat kita terus mengulur waktu.

4.Selalu mengingat kampung akhirat

Dunia hanya tempat kita singgah, seperti minum di waktu senja.Begitu cepatnya guliran waktu yang terlewati. Sehingga seolah-olah kita akan mati beberapa saat lagi. Itu memacu kita untuk tidak menjadikan pekerjaan seperti berhala.

5.Hati tertambat hanya pada Allah

Semua yang kita miliki adalah titipan Ilahi. Semua yang kita jalani adalah karena mencari  ridho Alloh. Maka tak ada yang mengalahkan dari perintahNya.Walaupun kadang kita memiliki hambatan yang sulit terelakkan. Misalnya ketika bepergian dengan angkutan umum yang kita tak tahu kapan masuk waktu shalat. Atau di waktu bersamaan harus menyambut tamu yang akan datang.Tapi bukan berarti kejadian yang kadang tak bisa kita kendalikan itu, bisa selamanya menguasai hidup kita.

Semoga bermanfaat dan juga terus dapat diamalkan oleh kita untuk mampu menjalankan shalat tepat waktu.

Referensi: dari berbagai sumber

HIDUP INI SEDERHANA

image

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di
lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-
interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah,
cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang murid bekerja di toko sepeda. Suatu saat ada
seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di
toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini
juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid –
murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah
sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil
ditarik/diambil kerja di tempatnya.
*Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah,
cukup punya inisiatif sedikit saja.
Seorang anak berkata kepada ibunya : “Ibu hari ini sangat
cantik.” Ibu menjawab : “Mengapa?” Anak menjawab :
“Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah – marah.”
*Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya
perlu tidak marah – marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di
sawah. Temannya berkata : “Tidak perlu menyuruh anakmu
bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.”
Petani menjawab : “Aku bukan sedang memupuk tanamanku,
tapi aku sedang membina anakku.”
*Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup
membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya : “Jika sebuah
bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?”
Ada yang menjawab : “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada
pula yang menjawab : “Cari di rerumputan yang cekung ke
dalam.” Dan ada yang menjawab : “Cari di rumput yang
paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat :
“Setapak demi setapak cari dari ujung rumput yang sebelah
sini hingga ke rumput sebelah sana.”
*Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup
melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara
berurutan, jangan meloncat – loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang
tinggal di pinggir jalan : “Tempatmu terlalu berbahaya,
tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab : “Aku
sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian
katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan
menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang
lewat.
*Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri,
cukup hindari kemalasan saja.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua
berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang
yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya : “Mengapa
engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa :
“Karena barang bawaan saya sedikit.”
*Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan,
cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

Apakah aku seorang munafik?

image

image

Dengarkanlah, aku sedang bertanya, dengan sangat jujur,
kepada hatiku, apakah aku seorang munafik?
Aku mengakui Allah sebagai tuhanku, tapi entah sudah
berapa banyak hal dan makhluk yang aku tempatkan
sejajar denganNya bahkan lebih, dihatiku.
Aku mengaku muslim, namun lihatlah perhitungan rinci
yang pasti aku kemukakan di depan, ketika telah sampai
waktunya aku harus mengerjakan kewajibanku sebagai
muslim. Bahkan sebenarnya aku adalah sudah lebih dari
tahu dan sadar bahwa aturan Allah telah jelas tentang
segala sesuatu dalam hidup. Namun, entah kenapa aku
tetap dengan berat hati menanggalkan semua. Apalagi
lah, jika bukan karena aku tak mau rugi dalam urusan
dunia. Ketakutan dan kemalasan seketika menyelubungi
kepala dan menjalar ke hatiku yang akhirnya akupun
menghentikan arus kebaikan itu untuk menemani hari-
hari itu.
Aku mengaku muslim, namun laku, tindakan, dan tutur
kataku tak lebih dari menghujat, memecah belah dan
merusak citra islam dan harga diriku dan saudaraku
sendiri. Dan … ajaibnya, aku tetap menganggap hal itu
sebagai sebuah kebanggaan dan atau prestasi dari diriku
yang akan mungkin membuahkan pahala dimata Allah.
Ya robb, sudah tidak waraskah aku?
Aku mengaku muslim, namun aku tak pernah berbangga
dengan identitasku ini, dan malah menghujat sesamaku
yang telah mendapat rahmat Allah untuk dapat
menerapkan aturan islam lebih baik dan lebih nyata dari
pada aku. Entah pikiran setan apa yang menggelayuti
hatiku, dan lihatlah malah kesombongan dan caci maki
atas mereka yang selalu aku berikan tanpa henti.
Aku mengajarkan kebaikan namun saking sibuknya diriku
dengan sebuah pengajaran, aku lupa mengajari diriku
untuk mempraktekkan kebaikan itu dalam kehidupanku
sendiri. Tidak ada yang tahu memang, ataupun tidak ada
yang repot dengan mencampuri urusan hidupku, namun
ternyata hatiku sendiri yang berprotes kepadaku dan
betapapun aku mencoba lari darinya, aku tetap tidak
bisa.
Aku mengakui sebuah kebaikan dan manfaat dari
kejujuran. Namun diam- diam aku mengkhianati hati
nuraniku dengan berbuat curang pada Allah, diriku
sendiri, kepada sesamaku. Aku menyangka Allah pun
hanya diam dan tanpa akan menyeruakkan aibku ini,
karena ini adalah rahasiaku dengan Nya. Selanjutnya
dengan bangga dan penuh kamuflase atas sebuah
julukan orang alim dan jujur, aku berjalan di muka bumi,
dengan tetap tenang.
Manusia lain menggelariku orang yang amanah dalam
menjaga dan memenuhi titipan mereka kepadaku. Namun
dibelakang mereka, amanah itu aku selewengkan dengan
alasan kebutuhan dan selera duniaku. Dan jika akhirnya
mereka mengetahui hal itu, maka dengarlah untaian kata-
kata indah yang dengan keahlian dan kepandaianku aku
rangkai dengan berbagai cara. Apalagi lah tujuannya
selain agar mereka tetap mengenaliku sebagai yang
terbaik.
Lihatlah betapa mulutku memang benar- benar
mengekspresikan isi hatiku. Isi hati yang aku tuntun
untuk menjadi munafik, namun ternyata aku tidak sekuat
itu untuk memaksanya. Suara bisikan kebaikan dari Allah
lewat hati nuraniku, tetap begitu kuatnya sehingga
membentuk sebuah pertentangan batin yang tidak
sanggup aku kuasai permainannya.
Apakah aku seorang munafik?
MasyaAllah, ternyata aku seorang munafik. Betapa
banyak manusia yang menilaiku baik, namun itu sama
sekali tidak mengurangi teriakan batinku yang memaki
diriku karena aku sebenarnya adalah seorang munafik.
Hatiku protes karena aku telah mencurangi Allah
walaupun hanya dia sendiri yang mengetahuinya. Aku
ternyata tidak bisa lari sama sekali dari umpatan hati
nuraniku yang pasti akan jujur tentang adanya aku.
Ya robb, ampunilah hambamu yang sombong ini, yang
telah berbangga hati dengan dinilai baik dan berusaha
agar dinilai baik dihadapan manusia, namun sebenarnya
rendah di hadapanMu. Sanggupkah hamba ketika “video”
keburukanku itu nanti akhirnya akan diputar kembali dan
di pergelarkan pada semua makhlukmu diakherat nanti?
Sanggupkah hamba saat nanti tiada lagi ampunan darimu
dan rahmat untuk hamba, untuk tertutupnya dengan rapi
semua aib dan kekurangan hamba?
Ya Allah, semakin manusia menilai baik terhadap hamba,
sebenarnya semakin dalam sakit yang hamba rasakan.
Sakit lantaran semakin keras pula teriakan hati nurani
hamba yang mengatakan bahwa hamba adalah seorang
MUNAFIK, yang hanya pandai memoles jati diri dengan
sejuta kebohongan, kecurangan dan dan topeng demi
terlihat sempurna dihadapan manusia.
Ya Allah, ampunilah hamba… Ampunilah hambamu yang
hina ini…

Tanya jawab

image

image

Ya ALLAH ambillah kesombonganku dariku.
ALLAH berkata, “Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi
kau yang harus menyerahkannya”
Ya ALLAH sempurnakanlah kekurangan anakku yang
cacat.
ALLAH berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna,
tubuhnya hanyalah sementara”
Ya ALLAH beri aku kesabaran.
ALLAH berkata, “Tidak. Kesabaran didapat dari
ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan,
kau harus meraihnya sendiri”
Ya ALLAH beri aku kebahagiaan.
ALLAH berkata, “Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan
tergantung kepadamu sendiri”
Ya ALLAH jauhkan aku dari kesusahan.
ALLAH berkata, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari
jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku”
Ya ALLAH beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini
nikmat.
ALLAH berkata, “Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya
kau menikmati segala hal”
Sungguh dekat Engkau dengan diriku. CahayaMu
menyatu dengan diriku. Tetapi debu nafsuku telah
menghalangiku menerima cahayaMu.
Semoga Sumber Kedamaian merubahkan rasa dalam
hatiku, agar bisa ikhlas menerima segala yang baik dan
buruk, dengan penuh cinta dan syukur. aamiin

Jalani hidup yang kamu impikan. Mimpi tidak cuma untuk diimpikan melainkan juga diwujudkan. MIMPILAH BESAR, DAPATKAN HIDUP BESAR!